Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo turut menghadiri Konferensi Internasional Mudirrudh-dhad yang mengangkat tema “Generative Artificial Intelligence and The Transformation of Arabic Language Education: Innovating Curriculum, Teaching Methods, and Assessment in The Era of Society 5.0.” Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 24 September 2026 di University Hotel Yogyakarta. Forum ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan Bahasa Arab untuk mendiskusikan perkembangan kecerdasan buatan generatif serta dampaknya terhadap masa depan pendidikan Bahasa Arab.
Konferensi tersebut menjadi ruang akademik untuk membahas bagaimana Generative Artificial Intelligence (GenAI) mulai mengubah berbagai aspek pendidikan, termasuk cara mahasiswa belajar, cara dosen merancang pembelajaran, serta bagaimana proses evaluasi dilakukan. Dalam konteks pendidikan Bahasa Arab, perkembangan AI membuka peluang pemanfaatan teknologi untuk mendukung latihan kebahasaan, penyusunan materi, penerjemahan, pemberian umpan balik, hingga penciptaan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan personal.
Tema mengenai transformasi kurikulum menjadi salah satu isu penting dalam konferensi. Kehadiran AI menuntut kurikulum Pendidikan Bahasa Arab tidak hanya berorientasi pada penguasaan aspek kebahasaan, tetapi juga memperkuat literasi digital, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, dan integritas akademik. Dengan demikian, teknologi ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran yang mendukung pencapaian kompetensi mahasiswa, bukan sekadar sebagai perangkat tambahan dalam proses perkuliahan.

Selain kurikulum, inovasi metode pembelajaran juga menjadi perhatian penting. Pemanfaatan AI generatif memungkinkan terciptanya pembelajaran yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa. Namun, penggunaan teknologi tersebut tetap membutuhkan peran dosen dalam merancang aktivitas pembelajaran, memberikan pendampingan, memverifikasi informasi, serta memastikan bahwa penggunaan AI benar-benar mendorong proses berpikir dan perkembangan kemampuan berbahasa mahasiswa.
Perkembangan AI juga membawa konsekuensi terhadap sistem asesmen pembelajaran. Ketika mahasiswa dapat memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan teks atau berbagai produk akademik, penilaian perlu semakin memperhatikan proses berpikir, kemampuan menerapkan pengetahuan, performa autentik, dan refleksi mahasiswa. Perspektif ini relevan dengan upaya pengembangan pembelajaran berbasis capaian, karena teknologi perlu diarahkan untuk memperkuat proses pencapaian kompetensi, bukan menggantikan proses belajar mahasiswa.
Keikutsertaan PBA UIN Ponorogo dalam Konferensi Internasional Mudirrudh-dhad menjadi bagian dari komitmen program studi untuk terus mengikuti perkembangan keilmuan dan inovasi pendidikan Bahasa Arab di tingkat internasional. Gagasan yang berkembang dalam forum tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif program studi dalam mengembangkan kurikulum, metode pembelajaran, dan asesmen yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Di era Society 5.0, transformasi pendidikan Bahasa Arab bukan hanya tentang mengadopsi teknologi baru, tetapi tentang bagaimana teknologi dimanfaatkan secara strategis, kritis, dan bertanggung jawab untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan dan bermakna. (AK)





