Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo terus memperkuat langkah internasionalisasi melalui kegiatan benchmarking pengembangan kelas internasional ke UIN Salatiga pada Rabu 8 April 2026. Kegiatan yang diikuti bersama Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan didampingi oleh Wakil Dekan I FTIK ini menjadi bagian dari upaya strategis fakultas dalam mempersiapkan program kelas internasional yang mampu menjawab tuntutan pendidikan global. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh jajaran pimpinan fakultas serta pengelola Program Khusus Kelas Internasional (KKI) UIN Salatiga yang telah berpengalaman mengembangkan program internasional selama lebih dari satu dekade.

Kunjungan tersebut dimanfaatkan sebagai ruang belajar dan pertukaran gagasan mengenai berbagai aspek pengelolaan kelas internasional. Wakil Dekan I FTIK, Prof. Dr. Muhammad Thoyib, M.Pd., menegaskan bahwa pengembangan kelas internasional merupakan salah satu agenda strategis pascatransformasi kelembagaan dari IAIN menjadi UIN. Menurutnya, perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga mampu membangun jejaring, kolaborasi, dan kontribusi akademik pada tingkat internasional. Karena itu, pengalaman yang dimiliki UIN Salatiga menjadi sumber pembelajaran yang berharga bagi FTIK dalam merancang program yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas institusi.

Dalam diskusi yang berlangsung interaktif, tim PBA memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pengelolaan Program Khusus Kelas Internasional (KKI) yang telah berjalan sejak 2010. Program tersebut dikembangkan sebagai bagian dari visi internasionalisasi kampus dengan menjalin jejaring akademik di berbagai negara Asia, seperti Thailand, Filipina, India, dan Malaysia. Selain memperkuat kompetensi akademik dan kemampuan bahasa asing mahasiswa, KKI juga membuka peluang pengalaman internasional secara langsung melalui berbagai program mobilitas dan praktik lapangan di luar negeri, termasuk program mengajar di sekolah-sekolah Thailand.

Berbagai praktik baik yang dipaparkan selama benchmarking memberikan wawasan baru bagi Prodi PBA dalam menyusun arah pengembangan kelas internasional. Informasi mengenai sistem seleksi mahasiswa berbasis kompetensi bahasa Arab dan Inggris, penyelenggaraan perkuliahan yang bersifat kolaboratif lintas program studi, hingga penguatan budaya akademik melalui penelitian dan skripsi bertema internasional menjadi referensi penting yang dapat diadaptasi sesuai kebutuhan program studi. Pengalaman tersebut semakin memperkaya perspektif PBA dalam membangun ekosistem akademik yang berorientasi global tanpa meninggalkan kekhasan keilmuan bahasa Arab.

Melalui kegiatan benchmarking ini, Prodi PBA semakin optimistis dalam mewujudkan program kelas internasional yang berkualitas dan berkelanjutan. Berbekal wawasan serta praktik baik yang diperoleh dari UIN Salatiga, PBA berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dalam pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi mahasiswa, serta perluasan jejaring kerja sama internasional. Langkah ini diharapkan dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan bahasa Arab, tetapi juga memiliki daya saing dan kemampuan berkontribusi di tingkat global. (AK)




