Jurusan Pendidikan Bahasa Arab
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kependidikan
Universitas Islam Negeri Ponorogo
Order processing time 24h
Jurusan Pendidikan Bahasa Arab
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kependidikan
IAIN Ponorogo

Perkuat Mutu Akademik, Prodi PBA UIN Ponorogo Rampungkan Finalisasi Revisi Kurikulum Berbasis OBE melalui Workshop Intensif

Agustus 5, 2026
Berita

Asah Kemampuan Argumentasi Mahasiswa, Prodi PBA UIN Ponorogo Gelar Workshop Debat Bahasa Arab

Kemampuan berbahasa Arab tidak cukup hanya dengan menguasai kosakata dan kaidah tata bahasa. Seorang pembelajar juga dituntut mampu mengolah gagasan, berpikir kritis, menyusun argumentasi, dan menyampaikannya […]

Asah Kemampuan Argumentasi Mahasiswa, Prodi PBA UIN Ponorogo Gelar Workshop Debat Bahasa Arab
Admin
September 11, 2026

Kemampuan berbahasa Arab tidak cukup hanya dengan menguasai kosakata dan kaidah tata bahasa. Seorang pembelajar juga dituntut mampu mengolah gagasan, berpikir kritis, menyusun argumentasi, dan menyampaikannya secara meyakinkan. Hal tersebut menjadi fokus dalam Workshop Debat Bahasa Arab yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, tanggal 10 September 2026.

Mengusung tema “Seni Debat dan Strategi Modern dalam Debat Bahasa Arab: Dari Gagasan ke Argumentasi”, kegiatan ini menghadirkan pemateri, yaitu Ariansyah, S.Ag., seorang peraih lebih dari 30 prestasi di bidang bahasa Arab dan debat bahasa Arab tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab, Ika Rusdiana, M.A. Dalam sambutannya, kegiatan workshop ini menjadi salah satu upaya Prodi PBA untuk memberikan ruang kepada mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi kebahasaan sekaligus kemampuan berpikir kritisdan berargumentasi.

Memasuki sesi materi, Ariansyah, S.Ag. mengajak peserta mengenal lebih dekat dunia debat bahasa Arab. Ia menjelaskan sejumlah komponen penting yang harus dipahami oleh seorang debater, mulai dari dewan juri, mosi atau topik perdebatan, hingga posisi pro dan kontra.

Menurutnya, debat bukan sekadar aktivitas untuk menyampaikan pendapat. Di dalamnya terdapat proses berpikir yang menuntut kemampuan menggunakan logika, berpikir kritis, dan kreativitas. Seorang debater harus mampu memahami persoalan, menemukan alasan yang relevan, kemudian mengubah gagasan tersebut menjadi argumentasi yang terstruktur.

Dari Gagasan Menjadi Argumentasi

Salah satu hal yang ditekankan dalam workshop adalah pentingnya membangun argumentasi melalui pertanyaan sederhana: “Kenapa?” dan “Bagaimana?”. Kedua pertanyaan tersebut menjadi dasar untuk mengembangkan sebuah gagasan agar tidak berhenti pada pernyataan semata, tetapi memiliki alasan dan penjelasan yang kuat.

Dalam debat, kemampuan untuk yakin terhadap argumen yang disampaikan juga menjadi bagian penting. Namun, keyakinan tersebut harus diikuti dengan kemampuan meyakinkan orang lain melalui argumentasi yang logis dan dapat dipertanggungjawabkan. “Debat memainkan logika dan harus dapat meyakinkan orang lain,” menjadi salah satu penekanan dalam penyampaian materi.

Selain kemampuan menyusun argumen, public speaking juga menjadi kompetensi yang tidak kalah penting. Seorang debater harus mampu menyampaikan gagasan dengan jelas, percaya diri, dan mudah dipahami oleh audiens maupun dewan juri.

Dalam aspek kebahasaan, peserta juga mendapatkan tips untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab secara bertahap. Salah satunya dengan membiasakan diri menggunakan kalimat bahasa Arab, kemudian meningkatkan level penggunaannya secara bertahap dengan tetap memperhatikan kaidah bahasa Arab yang benar.

Tidak Sekadar Teori, Peserta Langsung Praktik Debat

Workshop berlangsung semakin interaktif ketika peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga diajak mempraktikkan debat secara langsung. Ariansyah memberikan sejumlah mosi yang kemudian menjadi bahan perdebatan bagi peserta.

Melalui praktik tersebut, peserta berkesempatan menguji kemampuan mereka dalam mengembangkan gagasan, menentukan posisi pro atau kontra, membangun argumentasi, menggunakan logika, sekaligus menyampaikan pendapat dalam bahasa Arab. Praktik debat ini menjadi bagian penting dalam kegiatan karena peserta dapat merasakan secara langsung bagaimana sebuah gagasan harus dikembangkan menjadi argumentasi yang kuat dan bagaimana argumentasi tersebut disampaikan secara meyakinkan.

Melalui Workshop Debat Bahasa Arab ini, Prodi Pendidikan Bahasa Arab FTIK UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan akademik yang tidak hanya memperkuat kemampuan bahasa Arab mahasiswa, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir kritis, kreatif, logis, komunikatif, dan percaya diri.

Dengan demikian, mahasiswa PBA diharapkan tidak hanya mampu berbahasa Arab secara baik dan benar, tetapi juga mampu menjadikan bahasa Arab sebagai sarana untuk menyampaikan gagasan, membangun argumentasi, serta berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional. (ARP)